Dari semua hari,
Kehari lagi,
Aku dapat pastikan, ada hari dimana aku tak akan melupakan setiap detiknya,
Yaitu saat aku pertama kali berjumpa denganmu, lalu tiba-tiba jatuh hati ketika pertama kali kita bekerja bersama, setelah itu aku mundur mendengar kamu sudah bersama gadis lainnya.
Aku tidak suka masalah, apalagi yang terkait dengan perasaan, terlalu merepotkan.
Meski begitu, hanya hati yang kadang tak punya ruang untuk sembunyi.
Aku tak bisa pura-pura tidak bahagia ketika mata kita berjumpa, aku ingat sore itu, ketika kita jalan bersama dengan rekan-rekan lainnya, mencari sekedar santapan untuk siang yang mengesalkan.
ingat tidak?
Harusnya bertugas di lantai tertinggi, tapi karena egoisme seorang pimpinan kita harus mengelus dada, meski tadinya sudah siap bekerja dengan hati ikhlas, tanpa pamrih atau yang lainnya.
Lalu, kita kembali ke ruangan kita yang berharga.
Hari itu,
Aku dengan ucapan salah satu kawan kita,
ia bertanya tentang Perempuanmu, melihat mu bergabung dalam kegiatan kampus seperti ini, yang memungkinkan merenggut waktu kalian meski hanya sedikit saja.
Aku ingat saat itu kamu tersenyum dan berkata bahwa, dia akan baik-baik saja.
Sebaik itu kurasa, dihari itu aku memutuskan rasa tertarikku, sebelum semakin meradang.
Itu tahun 2019.
Tahun dimana untuk pertama kalinya, aku terkaget berulang kali, karena anak yang tidak banyak bicara tiba-tiba menunjukan banyak kemampuannya, vidio-vidio hasil dari pekerjaannya,
"Teh, mau liat vidio bikinan aku ga? kemaren aku abis ngedit buat kerjaan."
lalu kamu memperlihatkan itu kepadaku, jadi satu hal yang akhirnya menjadi pembicaraan pertama kita.
Aku mau kasih rahasia, aku suka dengan vidio buatanmu, tapi aku tak pandai membuat hal-hal seperti itu, pandaiku hanya memilih frasa, untuk dijadikan indah dibaca mata dan didengar telinga sampai masuk kehati.
Dan hari itu, kamu menunjukan sebuah logo, dengan tulisan bahasa jepang.
"Teh, ini tuh tulisan nama aku, dalam bahasa jepang, aku mau bikin produk pake ini, bagus ga?"
Aku hanya ingin tertawa, kamu yang pertama kamu saat itu, kurasa terlalu banyak bicara.
Jadi ingat ternyata kamu juga yang pertana kali Mengontakku,
Karena aku saat itu sampai di kampus terlebih dahulu.
Hingga akhirnya,
Tempat kita bernaung jadi sepi karena virus tak tahu diri yang sembarangan memporak-porandakan perjuangan, menghentikan proses gila pada setiap kepala yang tadinya selalu berjuang untuk mengukir kenangan juga karya.
Dan, aku yang mundur satu langkah darimu, yang ku tahu sudah serius menggenggam tangan perempuan kesayanganmu.
Lalu, kita tidak berjumpa, jadi asing tanpa tatap muka, tanpa tegur sapa, dan perasaan ku pun menyirna.
Memang begitu rasa yang tiba-tiba..
Mudah sirna meski tanpa niat sedikit saja.
Hingga suatu hari, keramaian, kehancuran, dan hingar bingar nyata di 2020, kembali mempertemukan kita, diantara asing sudah lama tak jumpa, dan debaran jantungku yang kembali dengan begitu nyata.
Dengan kamu yang membawa map merah berisi daftar riwayat hidup, pendaftar terakhir dengan senyum ragu. Tak asing, dan sangat akrab dengan relung hatiku.
Aku hanya bisa tersenyum, dan bertanya pada Dunia,
"Apakah kita akan segera menemui halaman kedua?"
- Aku, kamu, dan Cara Kita Bertemu -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar